Wednesday, February 1, 2017

Kenyataan memang Pahit

Antara Harapan dan Realita 

Garuda PANCASILA

70 Tahun sudah negeri ini merdeka dari serangan para penjajah. Tingkah para penjajah yang kejam nan sadis dan tentunya yang tidak berperi kemanusiaan dan berperikeadilan. Banyak para pejuang - pejuang negara ini yang telah rela berkorban nyawa meraka, keluarga, harta, dan harga diri bangsa ini untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Sangatlah tidak mudah untuk mendapatkan kemerdekaan yang didapat dari para penjajah untuk keluarga, anak, serta cucu yang akan datang di masa depan.

Cita - cita bangsa, ideologi serta dasar negara yang sudah tertuang secara lengkap dan jelas didalam PANCASILA. karena hal itu menjadikan suatu pegangan serta barometer bangsa ini dalam menjalani roda kehidupan. Namun cita-cita tersebut dalam REALITANYA hanya sebuah simbol serta pajangan yang tak penting untuk dijadikan sebuah pedoman oleh oknum - oknum dalam menjalani sebuah roda kehidupan. Kekerasan terhadap kaum perempuan, kasus korupsi yang telah terjadi dimana mana, pergeseran nilai dari kesederhanaan menjadi perilaku hedonisme, dari pancasila menuju kapitalisme, dari gotong royong menjadi individualisme dan banyak lagi perilaku yang melenceng dari apa yang telah dicantumkan dalam PANCASILA. Mungkin ada benarnya ORMAS yang menginginkan negeri ini menjadi negeri yang berasaskan ISLAM. Karena dengan itu mungkin ada ketegasan, serta kejelasan Masyarakat dalam menjalani roda kehidupan.

realita negri ini

Semakin lama, negeri ini semakin jauh saja dari cita-cita para luhur. Akhir-akhir ini masih banyak saja oknum-oknum di dalam pemerintahan yang menyalah gunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri untuk memperkaya diri sendiri dll. Sejatinya negeri ini kaya akan sumber daya alamnya tak heran sekarang banyak para investor asing yang berdatangan berbondong-bondog ke negeri ini untuk mengeruk hasil bumi mulai dari tambang emas, perak, almunium dan sejenisnya.

Sudah saat nya negeri  ini menjadi negeri yang bisa mengelola hasil sumber daya alamnya sendiri. Karena pada hakekatnya (AIR, UDARA DAN TANAH) yang ada di dalam negeri ini menjadi salah satu alat untuk memakmurkan rakyat Nya. Bukan untuk memakmurkan orang asing, bahkan orang yang bukan penduduk asli dan tidak memilki kecintaan terhadap negeri ini yaitu negeri Indonesia. Semoga pemimpin baru yang terpilih kedepan pada pemilihan presiden bisa mengembalikan kesaktian pancasila.  Kesaktian yang bisa mengubah negeri ini menjadi negeri yang kuat, kokoh, dan selalu konsisten dengan prinsip-prinsipnya.